130 Petugas Medis di Jakarta Positif Virus Corona, 21 Telah Sembuh dan Seorang Meninggal Dunia

Jumlah kasus positif virus corona atau Covid 19 di Indonesia masih terus bertambah. Berdasarkan data yang telah dimuktahirkan sampai hari ini,Rabu (8/4/2020), kasus positif virus corona mencapai 2.956. Dari angka tersebut didapati total sebanyak 240 pasien meninggal dunia dan 222 pasien dinyatakan negatif atau sembuh.

Di Jakarta sendiri, total kasus positif Covid 19 sebanyak 1.470 atau ada penambahan sebanyak 101 kasus. Penambahan kasus tersebut di antaranya dialami oleh petugas medis. Ketua IIGugusTugasPercepatanPenangananCovid 19DKIJakartaCatur Laswanto mengungkapkan, sampai saat ini sebanyak 130 orangtenagamedisterpaparviruscorona.

Ratusantenagamedisitu ikut terpaparviruscoronasetelah menangani pasien terkait Covid 19 di 43 fasilitas kesehatan di ibu kota. "Mereka berasal dari 41 rumah sakit, 1 klinik, dan 1 puskesmas di Jakarta," ujarnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 di antaranya berhasil sembuh dan satu lainnya meninggal dunia.

Penambahan jumlahtenagamedisyang terpaparviruscoronaini sendiri terus meningkat seiring samakin melonjaknya pasien positif Covid 19. Tercatat sampai saat ini, ada 1.552 pasien yang dinyatakan positif terinfeksiviruscoronadiDKIJakarta. Rinciannya, 144 orang meninggal, 75 sembuh, 976 masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 375 orang melakukan karantina mandiri.

Jumlah ini diperkirakan masih dapat bertambah lantaran masih ada 796 orang yang belum mendapatkan hasil tes laboratorium. Selain itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jakarta saat ini mencapai 544, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 1.035 pasien. Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar rapid test atau pemeriksaan cepat virus corona atau Covid 19.

Pemeriksaan cepat tersebut dikhususkan untuk tenaga medis di Kabupaten Tangerang. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tangerang, Hery Heriyanto mengatakan, sebanyak 600 tenaga medis menjalani pemeriksaan cepat tersebut. Angka itu disesuaikan dengan jumlah alat pemeriksaan cepat yang diperoleh pemerintah setempat.

"Hingga sekarang kita masih usahakan untuk bisa mendapatkan rapid test dengan jumlah yang sesuai, agar tidak hanya tenaga medis yang diperiksa, tapi juga orang dalam pemantauan, orang dalam resiko dan pasien dalam pengawasan," kata Hery saat dihubungi, Rabu (8/4/2020). Sementara, Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Mohamad Rifki mengatakan, untuk pemeriksaan cepat di rumah sakit tersebut telah berjalan sejak pekan lalu. "Begitu alat itu turun, kita langsung lakukan jadwal pemeriksaan. Hal ini kita lakukan untuk menghindari penumpukan makanya, kita buat bertahap dan hingga hari ini masih berjalan rapid test untuk tenaga medis tersebut," ujarnya Rifki.

Dalam proses pemeriksaannya, para tenaga medis yang bertugas di RSUD Kabupaten Tangerang akan diminta mendatangi laboratorium yang ada di rumah sakit itu. "Kita arahkan mereka ke laboratorium, satu per satu untuk diambil darahnya, karena memang pemeriksaan cepat Virus Corona ini melalui pengambilan darah," jelas Rifki. Kendati demikian, pihaknya masih mendata hasil dari pemeriksaan cepat tersebut.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 meminta warga di DKI Jakarta untuk mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah disetujui Menteri Kesehatan sebagai salah satu upaya bersama memutus penyebaran COVID 19. “Ini penting karena keputusan ini ditujukan untuk melindungi kita semua dari kemungkinan terjadi penularan COVID 19 dari orang lain,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID 19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, Selasa (7/4/2020) kemarin. Ia mendorong masyarakat untuk bersama sama tetap bekerja dan belajar dari rumah, jaga jarak fisik ketika berkomunikasi, dan menggunakan masker ketika terpaksa harus keluar rumah.

Selain itu, beribadah dari rumah, menghindari kegiatan berkumpul dan membatasi mobilitas sosial. Menurut Yuri, dengan kepatuhan dan displin termasuk dari warga, maka tujuan dari PSBB yakni memberikan jaminan untuk memutus rantai penularan virus corona jenis baru ini bisa terlaksana. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menetapkan status PSBB untuk wilayah DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan COVID 19.

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang PSBB di wilayah Provinsi DKI Jakarta yang ditandatangani pada 7 April 2020. Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan perundang undangan dan secara konsisten mendorong dan mesosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Pelaksanaan PSBB dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

PSBB di DKI Jakarta berlaku pada tanggal ditetapkan yakni mulai 7 April 2020. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan surat usulan PSBB kepada Menkes bagi wilayah itu pada 1 April 2020 mengingat DKI Jakarta menjadi salah satu pusat COVID 19. Tak hanya itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 pada 5 April 2020 juga mengirimkan surat kepada Menkes terkait usulan penetapan PSBB di DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *