Bullying Siswi SMP di NTT, Ditampar Berulang Kali, Teman yang Lain Girang Tepuk Tangan

Video aksi bullying atau perundungan lagi lagi beredar di media sosial dan menjadi kabar yang memrihatinkan untuk dunia pendidikan tanah air. Kali ini, aksi perundungan terjadi pada siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Video tersebut viral setelah diunggah akun Twitter @NkriRyan, Rabu (26/2/2020).

Dalam video tersebut, korban perundungan duduk di bangkunya. Beberapa siswi lain berdiri di sampingnya. Satu siswi mengenakan jaket jins duduk di atas meja, di depan korban.

Tidak terlihat murid laki laki dalam video tersebut. Dalam video yang berdurasi 24 detik tersebut, siswi yang berada di depan korban kedapatan melayangkan tamparan ke arah pipi kiri korban sebanyak dua kali. Ia pun bicara dengan nada tinggi.

Terlihat siswi lain merekam video sembari tertawa. Siswi lain juga terlihat bertepuk tangan dengan riang setelah korban mendapatkan tamparan telak di pipinya. "'Bullying' terjadi lagi..di salah satu SMP Negri di NTT. long segera di tindak lanjuti…

Cc: @kpp_pa @Kemdikbud_RI @DivHumas_Polri @_NadiemMakarim @poldantt," tulisnya akun tersebut. Akun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberi respons pada unggahan tersebut. "Terima kasih atas laporannya. Apakah ada informasi di SMP Negeri mana di NTT kejadian ini? | @Itjen_Kemdikbud," tulisnya.

Belum pudar dari ingatan, perundungan siswi SMP sebelumnya terjadi di Purworejo, Jawa Tengah. Kasus penganiayaan menimpa CA, siswi Kelas 8 salah satu SMP di Butuh Kabupaten Purworejo. Ironisnya, pelaku adalah tiga orang siswa laki laki.

Terlihat dalam video, korban hanya bisa pasrah menerima tendangan dan pukulan dari tiga teman laki lakinya. Pengungkapan kasus berawal dari beredarnya video yang memerlihatkan aksi kekerasan terhadap seorang siswi oleh beberapa siswa atau teman lelakinya di kelas. Bahkan, terlihat korban juga dipukul menggunakan sapu ijuk.

Kejadian tersebut menjadi perbincangan nasional. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun memberikan perhatian khusus pada peristiwa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *