Bupati Bandung Barat Minta KCIC Selesaikan Masalah Banjir di Underpass Padalarang

BupatiBandungBarat,AaUmbaraSutisna memanggil pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyelesaikan masalah banjir di underpassPadalarang, KabupatenBandungBarat(KBB). Pasalnya, banjir di sekitar underpass tersebut sudah beberapa kali terjadi dan yang paling parah terjadi pada Selasa (31/12/2019) dengan ketinggian air mencapai 1 meter dan arus lalu lintas pun sempat lumpuh. Banjir bandang terjadi diduga akibat limpasan air dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang berada tepat di tepi underpass tersebut.

"Mereka dipanggil, pihak KCIC sudah datang untuk memastikan apakah dampak dari sana (underpass) ke sini juga (Perumahan Cimareme) atau tidak," ujarnya saat ditemui di Perumahan Cimareme Indah, Rabu (1/1/2020). Namun, pihaknya memastikan proyek KCIC tersebut tidak dihentikan, karena saat ini banjir di kawasan underpass tersebut sudah surut dan arus lalu lintas sudah kembali normal. Kendati demikian, pihak KCIC diminta untuk memperbaiki pengerjaan di sekitar underpass agar kejadian yang sama tidak terulang supaya tidak merugikan wargaBandungBarat.

"Di sana sudah tidak ada masalah lagi, tapi harus cepat diperbaiki. Tapi itu tanggungjawab pemerintah juga," kataAaUmbara. Menurutnya, dampak dari adanya proyek tersebut, membuat adanya banjir bercampur lumpur karena adanya proyek KCIC mengganggu resapan air di daerah underpass. "Iya, kalau kondisi sekarang seperti itu, karena dari kemarin kemarin sudah banjir sampai ada yang mancing di sana. Makanya ini harus dibetulin jangan sampai meluas kemana mana," ucapnya.

Warga disekitar underpassPadalarang, Arif (35) mengatakan, sebelum adanya proyek KCIC daerah tersebut memang belum pernah terjadi banjir, namun kali ini banjir sering terjadi. "Karena pembuangan air dari sana (proyek KCIC) jadi meluap ke sini dan ada lumpur juga, padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini," kata dia. Kendati demikian, pihak KCIC kata dia, sudah bertanggungjawab, setelah air surut mereka langsung melakukan pengerukan lumpur menggunanakan alat berat.

"Kemarin lumpur sudah dibersihkan, tapi memang masih ada sisa karena banjir kemarin cukup tinggi, sekitar 1 meter lebih," ujar Arif. Namun masih ada lumpur yang tersisa, sehingga warga setempat harus menyingkirkan lumpur tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *