DPRD DKI Minta Pemprov Rasionalisasi Proyeksi Penerimaan Daerah, Antisipasi Fase New Normal

Komisi C DPRD DKI Jakarta menyarankan Pemprov segera merasionalisasi proyeksi penerimaan daerah sehubungan dengan wacana penerapan new normal di DKI Jakarta. Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Rasyidi mengatakan, penerimaan daerah hingga penghujung tahun 2020, diprediksi cuma dikisaran Rp22,57 triliun, dengan postur penerimaan APBD DKI sebesar Rp50,17 triliun atau 44,99 persen. Hal ini berdasarkan penjelasan dari koordinasi Komisi C bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI, serta Suku Badan di lima wilayah kota administrasi.

Tapi hitung hitungan tersebut merupakan proyeksi saat DKI Jakarta masih menerapkan PSBB. Angkanya kemungkinan akan berbeda lagi jika PSBB dicabut, dan fase new normal diberlakukan. "Diperkirakan Juni (PSBB) ini sudah selesai dan beralih ke new normal, nah dari situ kira kira kita akan dapat (pendapatan daerah) berapa," kata Rasyidi dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020). Ia berharap Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) masing masing wilayah administrasi dapat melaporkan potensi penerimaan daerah.

Dirinya berkaca dari Suku Badan Bapenda Jakarta Timur yang semula diproyeksi Rp3,1 triliun tapi mampu memperoleh Rp3,5 triliun. "Karena dari Suban Timur saja dari Rp3,1 triliun, mereka bisa dapat Rp3,5 triliun dan hanya timur yang bisa dapat 51,10 persen," ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *