Driver Ojol Turut Beri Kesaksian Deretan Petunjuk Tewasnya Anjani Bee di Selokan

Kasus kematian perempuan beridentitas Intan Marwah Sofiyah alias Anjani Bee hingga kini belum terungkap. Anjani Bee ditemukan tewas dalam selokan di Jalan Raya Lembang, Desa Gudang Kahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada 5 Maret lalu. Perempuan yang memiliki tato burung hantu di tangannya itu diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian pun masih menyelidiki kasus kematian Anjani Bee. Terbaru, polisi mulai mendapatkan titik terang terhadap kasus pembunuhan sadis terhadap Anjani Bee yang sudah hampir empat bulan belum terungkap. Berikut deretan fakta baru kasus kematian Anjani Bee

Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Anjani Bee dikabarkan sempat bertemu dengan seorang pria. Namun, belum diketahui pasti siapa pria yang bertemu dengan Anjani Bee saat itu. Hal itu diungkapkan langsung Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki.

Yoris membenarkan bahwa pihaknya mendapat informasi jika Anjani Bee janjian dengan dengan seorang pria. "Kami dapat info kalau korban ini janjian dengan seorang laki laki, alamatnya itu mengarah ke sebuah hotel," kata Kapolres. Dikatakannya, Anjani Bee datang menggunakan ojek online.

Hanya saja Anjani Bee tidak turun tepat di lokasi yang dituju. Sementara sopir ojek online ini juga mengaku tak terlalu melihat sosok pria misterius itu. "Dia datang pakai ojek online, tapi turun 100 meter sebelum sampai di lokasi, jadi sopir ojek online ini juga enggak terlalu jelas melihat sosok laki laki itu," ujar Yoris, Selasa (21/7/2020).

Yoris pun menduga jika pria itu sudah menunggu didepan hotel. "Kemungkinan hotel itu hanya tempat janjian, itu pun sebetulnya tidak tepat di depan hotel, ada jarak beberapa puluh meter lagi. Tapi info sekecil apapun langsung kami tindaklanjuti untuk mengungkap kasus ini," ujarnya. Setelah melakukan sederet penyelidikan, pihaknya menduga bahwa kasus pembunuhan terhadap Anjani Bee itu dilakukan tidak hanya satu orang.

Bahkan, ada dugaan jika pembunuhan itu sudah terencana. "Dugaan kami lebih dari satu orang dan terorganisir. Ada peran peran berbeda dari para pelaku, mulai dari yang mengeksekusi sampai yang membuang korban. Tapi kami terus lakukan upaya untuk mengungkap kasus ini," katanya. Setidaknya sudah 120 saksi yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Dari 120 saksi yang diperiksa, di antaranya adalah teman dekat dan pacar Anjani Bee. "Hampir 120 orang kami periksa tapi belum ada yang mengerucut. Kami coba patahkan semua alibi mereka, tapi masih juga belum jelas. Teman dekat, pacar, dan keluarganya sudah kita periksa semua," kata Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Rabu (22/7). Yoris mengatakan,pihaknya mendapat laporan jika korban mempunyai kekasih.

Hanya saja setelah ditelusuri, ternyata tak ada kaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Anjani Bee. "Kami langsung kejar yang bersangkutan, tapi dia (kekasih Anjani) juga tidak terlalu berkaitan dengan kasus tersebut, apalagi posisinya dia masih di dalam lapas," ujarnya. Di sisi lain, polisi juga sudah memeriksa kontrakan yang berada di Bandung dan sudah melakukan penggeledahan.

"Sejak awal kasus kamar kontrakan juga sudah kami geledah semua. Tapi tidak ada jejak barang bukti dan titik terang mengarah ke lokasi pembunuhan," ucapnya. Sebelumnya, Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, dari hasil serangkaian penyelidikan yang sudah dilakukan pihaknya sudah memiliki gambaran untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. "Kami belum berani menyampaikan (jumlah terduga pelaku) karena masih proses penyelidikan, tapi yang jelas kami sudah memiliki gambaran," ujar Yoris saat ditemui di Mapolres Cimahi, Selasa (10/3/2020) silam seperti dilansir dari .

Pihaknya juga memastikan, bahwa korban sudah pasti dibunuh di tempat yang lain, karena di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan bercak darah. Namun, saat disinggung pelaku membuang mayat korban berangkat dari arah Lembang menuju Kota Bandung Yoris belum bisa memastikan. "Itu tidak bisa dipastikan, bisa saja pelaku memutar, jadi kemungkinannya bisa dari arah atas atau dari arah bawah," katanya.

Sementara terkait motifnya, kata Yoris jika dilihat dari hasil auotopsi, kemungkinnya ada motif karena pelaku merasa dendam terhadap korban. "Kemungkinannya iya (dendam)," ucapnya. Sebelumnya, dari serangkaian penyelidikan itu polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak 5 kali.

"Kami telah melakukan serangkaian yang diperlukan, yang pertama melakukan olah TKP di tempat kejadian, kurang lebih 5 kali," ujar Yoris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *