Ideologi Bernegara Kita Sama Pancasila Politikus PKS Jawab PDIP

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang menyebut partainya tidak akan bekoalisi dengan PKS dan Demokrat di Pilkada Serentak 2020. Sebelumnya, Djarot mengungkapkan alasannya karena sulit bagi PDIP untuk menyatukan ideologi dengan PKS dan Demokrat. Mulyanto menegaskan bahwa ideologi dalam bernegara PKS adalah sama dengan PDIP yakni Pancasila.

"Berbeda agama saja bisa bekerja sama dalam tataran strategis dan program taktis di lapangan," imbuhnya. Wakil Ketua fraksi PKS DPR RI ini mengatakan terkait Pilkada adalah soal pemimpin di daerah dalam kurun waktu 5 tahunan. Menurutnya, kerja sama itu bisa dilakukan dengan pihak manapun dalam konteks menciptakan kesejahteraan masyarakat daerah.

Termasuk dengan PDIP yang sebelumnya juga PKS telah bekerja sama di beberapa daerah dengan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. "Ini saya kategorikan sebagai soal strategis yang bisa dikerjasamakan dengan pihak yang sepakat dan ingin membangun daerah," ujarnya. "Sebelumnya PKS bekerja sama dengan PDIP di beberapa titik. Mengelola bangsa dan negara ini mesti bekerja sama dengan komponen bangsa lainnya. Tidak cukup energi kita bekerja sendirian," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menjelaskan pernyataan soal ketidakmungkinan partainya itu berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat di Pilkada Serentak 2020. Ia mengungkapkan bahwa mendapat masukan dari berbagai kalangan agar PDIP tidak berkoalisi dengan partai yang berada di luar koalisi pemerintahan. Hal itu disampaikannya dalam webinar bertajuk 'Proses Kandisasi di Pilkada 2020: Ruang Gelap yang Penuh Misteri', Kamis (23/7/2020).

"Kemudian saya memang banyak mendapatkan masukan dari berbagai kalangan teman dalam Pilkada sebajknya kita tidak berkoalisi dengan partai di luar pemerintahan, PKS dan Partai Demokrat," kata Djarot. "Fakta di lapangan secara kategorisasi memang sulit untuk bisa bekerja sama di dalam lapangan (dengan PKS dan Demokrat)," imbuhnya. Djarot menjelaskan bahwa sulit menyatukan ideologi partainya dengan PKS dan Demokrat.

Hal itu dibuktikan di banyak daerah yang memang terjadi gap atau jurang pemisah tentang pemahaman ideologi. Sebab, kerja sama bukan hanya berbicara hitam di atas putih, melainkan juga bagaimana membangun hubungan koalisi yang harmonis demi kepentingan masyarakat. "Kita akan bekerja sama itu di lapangan bukan di atas kertas, bukan di atas komitmen tanda tangan dan sebagainya tapi di lapangan, memang sulit," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *