Meski Tak Bisa Berjabat Tangan’ ‘Kami Sudah Sangat Senang Dapat Masker & Bertemu Pak Jokowi

Warga Kulon Progo tidak menghiraukan teriknya sinar matahari dan potensi tertular Covid 19. Mereka berkerumun saat Presiden Joko Widodo membagi bagikan masker dan sembako. Warga berkumpul di simpang patung Nyi Ageng Serang, Kulon Progo, DIY, Jumat (28/8/2020). Mereka sudah sejak pagi menanti kedatangan Presiden Joko Widodo. Saat iring iringan kendaraan Presiden Joko Widodo berhenti langsung diserbu warga walau dikawal ketat paspampres.

Petugas paspampres pun harus ekstra ketat mengamankan situasi agar warga tidak menyerbu kendaraan presiden. Salah satu warga Wates, Ahmad Zaki mengatakan dirinya mendapat masker dari Presiden Jokowi. Ia mengaku sangat senang bisa mendapat masker sekaligus bertemu presiden dalam jarak dekat.

"Meski tidak bisa berjabat tangan presiden, kami sudah sangat senang dapat masker dan bertemu langsung dengan presiden," katanya. Begitu juga dengan Rutingsih yang mendapat paket sembako dari Presiden Jokowi. "Kami sangat senang dapat sembako. Tasnya ini ada gambar istana," katanya dengan bahagia.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), meresmikan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) yang berada di Kabupaten Kulonprogo. Orang nomor satu di Indonesia tersebut tiba di Bandara YIA sekitar pukul 09.15 WIB. Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Rombongan Presiden Jokowi juga disambut oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Kulonprogo Sutedjo; dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi. Presiden Jokowi mengatakan Bandara YIA dibangun lebih besar jika dibandingkan dengan Bandara Adisutjipto dan dibangun hanya membutuhkan waktu 20 bulan. "Bandara Adisutjipto memiliki runway sepanjang 2.200 meter, sementara Bandara YIA sepanjang 3.300 meter lebih panjang," terangnya.

Sehingga, Bandara YIA mampu digunakan untuk mendarat pesawat jenis Airbus A380 dan Boeing 777 seperti pesawat dari Eropa, Amerika, Arab Saudi dan negara Asia yang lain. Terlebih ia menyampaikan, biaya yang digunakan untuk pembebasan lahan sebesar Rp 4,2 triliun dan pembangunan fisik sebesar Rp 7,1 triliun. Sehingga total biaya pembangunan Bandara YIA di Kulonporog ini sebesar Rp11,3 triliun. Jokowi menceritakan rencana awal pembangunan Bandara YIA ada sinergitas antata pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) DIY.

"Pemerintah pusat dan Pemda DIY berbagi tugas," jelasnya. Selain itu, Jokowi juga memuji Gubernur DIY atas keahliannya dalam pemilihan arsitektur mulai dari pemilihan desain eksterior maupun interiornya. Lebih lanjut ia juga mengucapkan terimakasih kepada PT PP dan AP 1 dalam mengerjakan pembangunan bandara YIA.

Jokowi optimis Bandara YIA akan ramai digunakan bagi masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Usai dari Kulon Progo, Jokowi meluncur ke Gedung Agung, Yogyakarta untuk bertemu dengan pelaku usaha UMKM. Dalam pidatonya saat bertandang ke Gedung Agung Yogyakarta orang nomor satu di Indonesia itu menyebut sektor ekonomi sangat terpuruk.

"Harus tetap semangat dan tidak boleh menyerah. Karena kondisi ini dialami 215 negara. Dan tidak mudah untuk bertahan," katanya. Ia menegaskan, pemerintah telah melaksanakan beberapa program stimulus di antaranya bantuan langsung tunai (BLT) desa, bansos tunai, penggratisan listrik, subsidi bunga, dan subsidi gaji. Saat ini pemerintah mengalokasikan Bantuan Presidan Produktif (Banpres) Produktif untuk para pelaku usaha semua bidang.

"Saya melihat ini ada produksi peyek, tambal ban, pedagang angkringan, pedagang bakpia dan macam macam," imbuh Jokowi. Ia menambahkan, bantuan tersebut diberikan secara langsung dengan nilai Rp2,4 juta melalui rekening. "Tapi ingat, harus dipakai modal usaha. Karena saat ini kondisinya sedang susah," ujarnya.

Ia mengatakan, ada sebanyak 12 juta pelaku usaha yang ditargetkan mendapat bantuan produktif tersebut hingga bulan September. Dalam kunjungannya ke Yogya kali ini, presiden mengaku memprioritaskan para pedagang kecil terlebih dahulu. Sebelum di Yogyakarta, bantuan terlebih dahulu diberikan di Aceh. Mantan Wali Kota Solo itu pun menyapa langsung para pedagang bakpia di Yogyakarta untuk diberikan bantuan.

"Bapak ibu mendapat bantuan yang pertama. Ada 12 juta pelaku usaha yang menerima," tegas dia. Seorang pedagang Bakpia, Tumbaryani menyampaikan, hari hari biasa sebelum adanya Covid 19 normalnya ia mampu meraup untung Rp400 hingga Rp 500 ribu. Sekarang ini, perempuan asal Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Bantul tersebut hanya mampu mendapat hasil Rp 50 ribu sehari.

"Kadang sampai enggak buka pasar. Saya bertanya kenapa tidak ada wisatawan. Sekarang memang sudah buka, naik hanya Rp 100 ribu," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *