Pemeran Asmaul Husna Kesurupan Saat Rekonstruksi Pembunuhan

Ada kejadian berbau mistik dalam rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Asmaul Husna. Rekonstruksi pembunuhan mahasiswi UIN Makassar digelar di di lokasi kejadian, Perumahan Citra Elok, Kelurahan Tamangapa, Manggala, Makassar pada Selasa (21/1/2020). Dalam reka adegan itu, polisi menghadirkan pelaku Ridhoyatul Khaer, yang juga pacar korban.

Sementara Korban Asmaul Husna diperankan oleh Sari. Namun saat ditengah proses reka adegan, tiba tiba ada kejadian mengejutkan. Pemeran pengganti, Sari, mengalami kesurupan.

Yang jadinya rekon sedikit terganggu. Sari, tiba tiba saja histeris. Sari berteriak dan meronta ketika polisi tengah mereka adegan pembunuhan yang diperagakan oleh Ridho, kekasih Asmaul Husna.

Sari mulai merasakan hal aneh saat memasuki adegan terakhir dari total 28 adegan yang diperagakan. Seusai adegan ke 28 diperagakan, Sari pun mulai mengalami pusing. Ia pun mempersilahkan penyidik lebih dahulu keluar dari kamar Asmaul Husnah, lokasi tepat kasus pembunuhan itu.

Sari mengaku sempat mendengar korban (Asmaul Husna) hadir di dalam kamar. Korban (Asmaul Husna) kata Sary, menangis tepat di atas bantalnya. Mulai saat itu, Sary pun merasa tidak nyaman dan mengaku kepalanya mengalami pusing.

Saat penyidik berada di luar kamar, tepat di ruang tengah, Sary yang masih di dalam kamar pun tiba tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia pun dibopong ke luar kamar, tepatnya ke ruang tamu. Setelah berada di ruang tamu, Sary perlahan membuka mata. Namun langsung menangis.

"Na bunuhka Ridho, tante. Ridho tidak bertanggung jawab. Na bunuh ka tante. Ku suruh tanggung jawab na tidak mau,"kata Sari sambil menangis. Sari yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri juga sempat berucap, "mana mamaku tante," ujarnya. Tante Asmaul Husna yang juga pemilik rumah, Mardini pun tidak kuasa menahan tangis melihat Sari kesurupan seoalah membayangkan cerita pilu ponakannya, Asmaul Husna.

Sambil menangis, Mardini didampingi dua sepupu Asmaul Husna pun menenangkan Sary yang belum sadarkan diri. Sekira 15 menit Sary bercerita dalam kondisi yang tidak sadar, ia pun kembali normal dan suasana yang sempat menegangkan pun menjadi cari. Dalam rekonstruksi itu, Ridho sapaan Ridhotul Khaer (20) sang pacar sekaligus pelaku pembunuhan terhadap Asmaul Husna, memperagakan sedikitnya 28 adegan.

"Ada 28 adegan sudah terlaksana semua dan apa yang diperlihatkan pelaku (Ridho) sesuai dengan apa yang dilakukan saat itu. Jadi dalam hal ini tidak ada bukti bukti baru yang didapat oleh penyidik maupun dari jaksa," kata Kapolsek Manggala Kompol Hasniati. Yang dihadirkan dalam rekonstruksi itu kata Hasniati terdapat dua sepupu korban (Asmaul Husna), Nunu dan Satriani dan pemilik rumah Mardini. "Sementara dari pihak pelaku (Ridho) hanya dari pihak PH (penasehat hukum)nya saja," ujarnya.

Aksi pembunuhan Ridho terhadap Asmaul Husna sendiri diperagakan pada adegan ke 15. "Jadi sebelumnya itu disekap, setelah disekap pelaku ini melihat(Asmaul Husna) mengecek nafasnya masih bernafas. Setelah itu pelaku ke dapur carinpisau ditemukankah pisau setelah itu dia (pelaku) menarik mengiris bagian leher, jadi satu kali tarikan saja" terang Hasniati. Hasniati memastikan tidak ada unsur perencanaan dari kasus pembunuhan itu.

Pelaku Ridho pun dijerat pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Belum selesai rekonstruksi dilakukan, Sari yang menjadi pemeran pengganti Asmaul Husna tiba tiba saja histeris. Sambil histeris, Sari mengucap perkataan seputar kematian Asmaul Husna.

Melihat Sari yang tak bisa dikontrol, polisi langsung membawanya keluar ruangan. Sebelumnya diberitakan, Asmaul Husna (24), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ditemukan tewas telentang dengan wajah ditutup bantal dan bersimbah darah di kamar rumah kerabatnya di Perumahan Citra Elok, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, pada Sabtu (14/12/2019) siang. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya bernama Satriani (27) yang baru pulang dari Kabupaten Gowa.

Melansir Kompas.com, Kapolsek Manggala Kompol Hasniati mengatakan, sebelum terjadi pembunuhan, pelaku datang ke kontrakan korban di Perumahan Citra Elok, Kecamatan Manggala, Makassar, Sabtu, untuk membahas kehamilan. Saat di kosan, korban dan pelaku terlibat percekcokan terkait masalah kehamilan tersebut. “Pelaku awalnya berbicara baik baik menanyakan usia kehamilan korban. Mengetahui usia kandungan 4 bulan, Ridho bermaksud akan memberi tahu orangtua korban setelah pulang dari kontrakan. Tapi korban ingin memberitahukan masalah kehamilannya ini ke orangtuanya saat itu juga," katanya, Senin (16/12/2019).

Mendengar jawaban Ridho, sambungnya, korban pun bergegas mengambil handphone miliknya untuk menghubungi orangtuanya. "Korban ingin meminta pertanggungjawaban pelaku. Justru Ridho mengancam akan membunuhnya jika korban menghubungi orangtuanya," ungkapnya. Ancaman Ridho tersebut tak digubris korban.

Asmaul Husna justru menantang balik kekasihnya tersebut untuk membunuhnya jika mempunyai keberanian. Sebelum tewas dibunuh, pelaku terlebih dahulu membekap wajah korban menggunakan bantal sekitar 15 menit. Melihat korban masih hidup, pelaku kemudian ke dapur mengambil pisau untuk membunuh korban dan mengorok leher korban.

Setelah membunuhnya kekasihnya, pelaku pun berpura pura datang ke TKP. Namun, saat mendatangi TKP, gerak gerik Ridho terlihat mencurigakan. Melihat itu, polisi pun langsung mengamankannya untuk menjalani pemeriksaan, setelah dilakukan pemeriksaan polisi menetapakan Ridho sebagai tersangka.

"Kita amankan di TKP (lokasi) karena saat setelah kejadian yang bersangkutan ada disekitar lokasi," tambah Syamsuddin. Kepada polisi, Ridhoyatul mengakui perbuatannya telah membunuh Asmaul Husna sang kekasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *