PLN dapat Dana PMN Rp 5 Triliun

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperoleh penyertaan modal negara (PMN) sebanyak Rp 5 triliun. Keputusan ini resmi diteken Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 37 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal ke dalam Modal Saham Perusahaan PT PLN.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, mengatakan anggaran dari PMN akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan pendanaan berbagai program perseroan guna melanjutkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Yakni, penyelesaian infrastruktur kelistrikan program 35.000 megawatt (MW).

Kemudian, pembangunan transmisi dan gardu induk yang tersebar di tiga area yaitu Sulawesi, Jawa dan Madura, serta Sumatra Kalimantan. “Tak hanya itu, penetrasi dari dana tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan pembangkit EBT yang ramah lingkungan,” imbuh dia dalam rapat dengar bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (14/7).

Zulkifli menambahkan, tambahan dana itu juga akan digunakan oleh perseroan untuk investasi program listrik masuk desa. Kebijakan ini dalam rangka meningkatkan ratio elektrifikasi hingga 100 persen sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Sesuai usulan, anggaran PMN digunakan untuk proyek pembiayaan program kita. Sebagian diantaranya untuk pendanaan investasi program listrik masuk desa,” jelasnya.

Jokowi Tandatangan Aturn Pencairan Pada 7 Juli

Zulkifli mengatakan penambahan penyertaan modal negara bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020. Aturan ini sendiri diteken oleh Jokowi pada 7 Juli 2020, lalu.

“PLN telah memperoleh dana PMN senilai Rp 5 triliun berdasarkan perpres Nomor 37/2020. Penambahan ini diteken pada tanggal 7 Juli 2020,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *