Saran Mantan Sesmen BUMN Said Didu untuk Erick Thohir Bertahan Hadapi Teror: Teror Itu Biasa

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu memberikan Menteri BUMN Erick Thohir saran agar mampu bertahan dari serangan teror yang menimpanya. Said Didu mengatakan Erick Thohir kini memiliki dua pilihan untuk menanggapi teror tersebut. Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana Erick Thohir menanggapi teror tersebut, karena ketika goyah maka akan lebih mudah bagi oknum oknum tersebut menjatuhkan Erick Thohir.

"Teror itu biasa tapi begini, teror itu kalau anda sempat goyang satu milimeter maka anda akan didorong satu meter ke belakang, jadi itu prinsip," jelas Said Didu. Ia mengatakan pada akhirnya nasib Erick Thohir akan bergantung kepada keputusan akhir dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) apakah akan mendukung Erick Thohir atau justru sebaliknya. "Tapi yang paling penting adalah apakah pimpinan tertinggi negara searah dengan Erick Thohir, kita lihat nanti," kata Said Didu.

Apabila teror terhadap terus ada, Said Didu mengatakan hal tersebut berarti ada sebuah pembiaran yang dilakukan oleh Jokowi terhadap aksi teror tersebut. "Kalau teror ini berlanjut terus, maka kita harus mencurigai bahwa ini ada pembiaran untuk menghalangi Erick Thohir maju terlalu jauh untuk membersihkan," terangnya. Kemudian Said Didu memberikan Erick Thohir 2 pilihan untuk mengatasi teror yang ditujukan kepadanya.

Said Didu mengatakan kini Erick Thohir memiliki pilihan untuk terus melakukan bersih bersih di BUMN atau berhenti melakukan gebrakan tersebut. Ia mengatakan apabila Erick Thohir memilih untuk terus melakukan gebrakan maka hal terburuk yang dapat terjadi adalah dirinya diturunkan dari kursi menterinya. "Saran saya begini, tergantung pilihan yang dia pilih, apakah dia menikmati menjadi menteri atau memang mau mengabdi untuk negara untuk membersihkan BUMN," kata Said Didu.

"Kalau Erick Thohir memilih mau mengabdi kepada negara membersihkan BUMN, maka pertaruhan hanya diganti sebagai menteri." "Pilihan dia apakah dia senang dalam menteri tapi hanya sebagai pelayan para penikmat BUMN atau memang dia menjadi menteri untuk memperbaiki BUMN, itu pilihan dia," lanjut Said Didu. Menteri BUMN Erick Thohir mengakui dirinya menerima banyakancaman dan teror setelah melakukan pencopotan beberapa petinggi BUMN.

Erick Thohir mengatakan ancaman dan teror tersebut adalah hal yang harus dihadapi ketika ingin bersih bersih BUMN. "Alhamdulillah, bahwa Allah sudah memberikan sesuatu yang luar biasa kepada saya," kata Erick Thohir di kanal YouTube OPSI METRO TV , Senin (16/12/2019). "Tentu kita harus jaga, ini yang saya juga tidak malu malu bicara dengan keluarga saya jangan ganggu saya," tambahnya.

Setelah menjadi Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan dirinya memperingatkan orang orang agar tidak tertipu ketika ada pihak yang mencatut nama keluarganya dalam suatu kepentingan tertentu. "Jadi kalau nanti ada yang bawa nama istri saya, anak saya atau kakak saya, ataupun keluarga saya, cek dulu ke saya," ujarnya. Ia kemudian mengatakan pencatutan nama sudah pernah terjadi.

Erick Thohir bercerita nama Wakil Menterinya (Wamen) pernah dipakai dalam proses rekruitmen komisaris dan direksi BUMN. "Sekarang banyak sekali, Wamen saya saja sudah dipakai namanya dalam perekrutan komisaris dan direksi," terangnya. Kemudian menanggapi soal teror, Erick Thohir mengatakan memang mau tak mau harus siap menghadapi hal tersebut.

"Hal hal ini memang menjadi sesuatu yang kita harus hadapi," ujarnya. Teror yang diterima oleh dirinya selama ini berbentuk pesan melalui SMS atau aplikasi WhatsApp. "Belum lagi misalnya teror teror, bukan ke fisik, misalnya dengan SMS, dengan WhatsApp," jelas Erick Thohir.

Erick Thohir kemudian mencontohkan sebuah pesan teror yang pernah diterimanya. "Saya dengar ini mau dicopot, kalau ini dicopot berhadapan dengan kami," ujarnya menirukan isi pesan teror yang pernah ia terima. Ia lanjut bercerita soal kasus lain di mana dirinya dikirimi foto foto direksi BUMN dengan tujuan agar mendapat nilai baik dari Erick Thohir.

Erick Thohir dengan tegas mengatakan jika memang ingin dinilai baik tidak perlu mengirimkan foto foto dengan harapan mendapat respon positif. Hal yang ingin dilihat olehnya menurut penjelasan Erick Thohir adalah kinerja nyata. Kinerja tersebut nantinya dapat terlihat dari fakta fakta di lapangan.

Erick Thohir justru akan mencopot terlebih dahulu oknum yang menggunakan cara lewat kirim foto tersebut. "Hal hal seperti itu, kita harus jalankan, justru itu yang saya bilang pada direksi BUMN yang sekarang banyak mengirim foto ke saya dari orang lain, mungkin itu yang saya copot duluan," paparnya. "Berarti mereka tidak percaya dengan profesionalisme mereka, kalau mereka percaya kan akhirnya bisa saya lihat, company ini baik, bottomline nya baik, bisnis modelnya baik."

"Bukan nakut nakutin, tapi selama kita yakin, benar uangnya halal it's okay (tidak apa apa," tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *