Sore Masih Beli Gorengan Ada Kata-kata Kasar Berisik 4 Fakta Pasutri Tewas di Bekasi

Karyadi (55) diduga kuat membekap wajah istrinya Cristy Handayani (43) hingga kehabisan nafas dan meninggal dunia. Tidak berapa lama usai istrinya meninggal, Karyadi kemudian tersungkur berjarak tiga meter dari jasad istrinya. Karyadi diduga kecapekan dan kena serangan jantung hingga dirinya tidak kuat dan meninggal dunia.

Sebelum peristiwa sadis tersebut, tetangga mendengar pasangan suami istri selisih 12 tahun tersebut bertengkar hebat. Simak selengkapnya: Langgeng (22), warga yang tinggal persis di depan rumah pasutri Karyadi dan Cristy sempat mendengar suara keributan di rumah tetangganya.

Suara itu terdengar cukup jelas di telinganya, dia masih ingat keributan antara suami dan istri tersebut terjadi malam hari, kira kira sehabis azan magrib. "Habis magrib kira kira saya dengar suara ribut ribut, cuma waktu itu yang yang kedengaran cuma suara istrinya," kata Langgeng, Selasa, (28/4/2020). Langgeng dan warga sekitar yang bermukim tidak jauh dari kediaman pasutri, mengaku sudah biasa mendengar suara keributan.

Bahkan suara cekcok malam itu dianggap tidak ada beda dengan keributan keributan yang sudah pernah terjadi. Kalimat umpatan hingga kata kata cacian menjerumus kasar menurut Langgeng, sudah pasti terdengar dan keluar daru mulut sang istri. "Pas sorenya masih keliatan beli gorengan berdua, tapi pas magrib udah berisik banget, istrinya nangis teriak teriak kata kata kasar," ungkapnya.

Langgeng menambahkan, Sang suami selama ini ketika terdengar suara keributan lebih cenderung diam. "Kalau suaminya jarang kedengeran suaranya, dia kebanyakan diam aja, suaminya lebih tua sekitar 50an umurnya kalau istrinya sekitar 40an tahun," ujarnya. Meski kerap terdengar keributan, warga selama ini tidak pernah ada yang mengusik urusan rumah tangga pasutri tersebut.

Menurut Langgeng, pertengkaran keduanya tidak pernah ada keributan sampai melakukan kekerasan fisik. "Kalau ribut suara aja kedengeran, enggak ribut ribut sampai kedengeran piring pecah, warga sini mau nyamperin enggak enak (ketika mendengar keributan) karena itukan urusan rumah tangga orang, kecuali kalau ada yang minta tolong baru warga beranikan," tegas dia. Adapun pasutri yang ditemukan tewas tinggal di rumah tersebut berdua, mereka sejauh ini belum dikaruniai buah hati.

Sang istri diketahui masih aktif bekerja sebagai pengawai negeri sipil (PNS) dan sang suami, menurut keterangan tetangga sejak beberapa tahun terkahir sudah tidak bekerja. Adi Hardi ketua RT setempat mengatakan, pasutri Karyadi dan Cristy sudah hidup berumah tangga sekitar kurang lebih lima tahun lalu. "Kalau pak Karyadi tinggal di sini udah lama, dari masih bujangan, emang si bujangannya udah agak tua, jadi mereka ini menikah di usia yang sudah agak tua," kata Adi.

"Setelah menikah istrinya diajak tinggal di sini, sekitar lima tahun lalu kira kira mereka sudah berumah tangga," tambahnya. Selama tinggal di lingkungan tempat tinggalnya, kedua pasutri ini memang dikenal tertutup dan jarang bergaul. Hal ini disebabkan kesibukan pekerjaan sang istri yang diketahui bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu instansi pemerintahan.

"Kalau Pak Karyadi dia semenjak tinggal di sini emang dikenal pendiam, dia jarang ikut kalau ada kegiatan kegiatan warga, cuma ya saya kenal dia orang baik," ucap Adi. Karyadi menurut sepengetahuannya, pernah bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang pinjaman dan perkreditan. Tetapi, tidak lama setelah menikah ia justru tidak lagi bekerja. Adi tidak tahu persis mengapa tetangganya itu keluar dari pekerjaannya.

"Saya enggak tahu pasti, mungkin dia resign (mengundurkan diri) karena kalau diliat dari umur kayanya belum masuk pensiun," ucapnya. Sang istri kemudian sejak beberapa tahun terakhir menjadi tulang punggung keluarga, aktivitas sehari hari Karyadi dihabiskan kebutuhan rumah. "Mereka hidup berdua aja, belum dikaruniai anak, nah pas dia (suaminya) enggak kerja dia lebih sering di rumah, kalau apa apa ke warung pasti suaminya," tegas dia.

"Kalau istrinya jarang keliatan (di lingkungan tempat tinggal) karena masih aktif kerja kadang pulang sore atau malam," tegasnya. Meski dikenal pendiam, Karyadi di mata para tetangga tetap menjadi sosok yang bisa dibilang ramah. Dia kata Adi, ketika keluar rumah lalu berpapasan dengan tetangga tidak segan untuk menyapa.

"Emang jarang aktif di lingkungan tapi kalau ketemu papasan pasti sapa duluan, makannya selama ini kita kenal baik baik aja," katanya. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, penyebab kematian pasutri ini masing masing akibat kehabisan nafas dan serangan jantung. "Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan bantal yang sudah bersimbah darah, diduga istrinya dibekap menggunakan bantal hingga tidak bernyawa (oleh sang suami)," kata Wijonarko, Selasa, (28/4/2020).

Kemudian, setelah menghabisi nyawa istrinya, sang suami rupanya mengalami serangan jantung akibat kalap. "Setelah meninggal, tidak jauh dari mayat istrinya, ditemukan korban yang merupakan suami dari istri tersebut, memang suami mempunyai riwayat penyakit jantung," ucapnya. "Kemungkinan suaminya kelelahan (usai membekap istrinya) dan meninggal tiga meter dari jasad istrinya," tambahnya.

Adapun motif dari peristiwa ini kata Wijonarko, diduga masalah rumah tangga yang sudah memburuk sejak beberapa tahun terakhir. "Dari informasi sementara kita mendapatkan keterangan kedua korban sering cekcok dan sebelum kejadian tersebut adanya keributan yang besar," kata Wijonarko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *