Sri Sultan Minta Warga Tetap Tenang dan Menerima WNI dari Wuhan Ketika Kembali ke Yogyakarta

Sebanyak 238 WNI yang berada di Wuhan telah dievakuasi dan kini menjalani masa karantina untuk memastikan kondisi kesehatan mereka dari Virus Corona, di Natuna Kepulauan Riau sejak Minggu (2/2/2020). Belum ada data pasti terkait berapa warga maupun mahasiswa asal DIY yang ikut dalam karantina tersebut. Namun jika pun ada, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar masyarakat tetap tenang dan menerima mereka ketika kembali ke Yogyakarta.

Hal tersebut lantaran berbagai prosedur kesehatan yang diampu langsung oleh pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ketika mereka tiba di Indonesia, serta dari otoritas setempat di China sebelum mereka dipulangkan, telah dijalankan sesuai arahan World Helath Organization (WHO). "Kalau sudah sembuh kan nggak apa apa. Kalau dalam karantina itu, tidak ada kelainan, tidak ada masalah. Kalau memang sudah dinyatakan tidak menderita kena virus corona, tidak ada masalah. Itu kan dilihat dalam 14 hari," ujar Sri Sultan ditemui seusai menghadiri acara di Royal Ambarrukmo, Senin (3/2/2020). Disinggung mengenai penerimaan masyarakat di DIY ketika mereka kembali, Sultan kembali menegaskan bahwa karantina dalam kurun waktu 14 hari adalah penentu dari kondisi kesehatan WNI yang baru pulang dari Wuhan China.

"Kalau dalam 14 hari dinyatakan kena virus, mestinya dikarantina. Tapi kalau dinyatakan dia tidak sakit, ya berarti dia sehat. Lepas dari virus corona," tambahnya. Terkait perlu tidaknya warga yang kembali nanti untuk diisolasi di RSUP Dr Sardjito, orang nomor satu di DIY tersebut angkat bicara. "Itu sudah selesai tahapannya. Setelah 14 hari ada report dari Departemen (Kementerian) Kesehatan," kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *