Viral Video Diduga Istri Seret Suami di Pinggir Jalan, Psikolog: KDRT Harusnya Bisa Dihindari

Seorang Psikolog Keluarga, Adib Setiawan, S. Psi., M. Psi.,mengklaim Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) semestinya dapat dikendalikan. Menurut psikolog keluarga dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia ini, KDRT bisa dihindari dengan beberapa cara. Satu di antaranya yaitu dengan bicara dari hati ke hati.

"KDRT bisa dihindaridengan berusaha tenang di segala situasi, mengobrol dari hati ke hati, berbicara dari hati ke hati, supaya ada solusi terbaik," kata Adib. "Sehingga setiap ada masalah, tidak sampai menggunakan kekerasan," lanjut psikolog dari Bintaro, Jakarta Selatan itu. Lebih lanjut, Adib pun menerangkan bahwa KDRT pada umumnya memang dipicu oleh kurangnya komunikasi.

"Biasanya KDRT terjadi karena kurangnya komunikasi," tuturnya. Pernyataan Adib ini menanggapi unggahan video yang menghebohkan media sosial. Media sosial dihebohkan dengan unggahan video yang menayangkan seorang wanita menyeret laki laki difabel yang tengah mengemis di pinggir jalan.

Wanita tersebut juga memaki makinya, bahkan tega melempar batu ke arah laki laki itu. Laki laki yang tengah membawa sebuah wadah berwarna merah muda itu sama sekali tak membalas perlakuan semena mena yang ia dapatkan. Video itu pun sontak menyedot perhatian warganet karena keduanya disebut sebut sebagai pasangan suami istri.

Pengunggah video, Florence Wong, menyebutkan dalam unggahannya di Facebook bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jalan Angkatan 45, Palembang. Ia menuliskan, sang istri tega menganiaya suaminya karena tak menghasilkan uang dari mengemis. Ini temasuk KDRT atau bukan??

Istri menganiaya suaminya karena suaminya jadi pemgemis tapi nggak ada hasil… Lokasi Jl. Angkatan 45, Palembang FYI : yg videoin nolongin suami makanya videonya pendek banget..

"Videonya sudah berantai, saya dapatnya dari Whatsapp ," ungkapnya, Selasa (24/12/2019). Florence mengaku mengunggah ulang video tersebut supaya kejadian serupa tidak terulang. "Saya membagikan video inikarena nggak mau aja seorang difabel disakitin sama orang yang lebih sempurna secara fisik, apalagi difabel tersebuttidak melakukan kesalahan ataupun kejahatan," tuturnya.

Menurut Adib, jika benar keduanya pasangan suami istri, maka tindakan tersebut termasuk KDRT. "TermasukKDRT seperti itu," kata Adib. Psikolog Keluarga dari praktekpsikolog.comitu menjelaskan, KDRT merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh suami atau istri menggunakan kata kata verbal, seperti mengejek, menghina, atau membentak, maupun dengan menggunakan kekerasan fisik.

Menurut Adib, KDRT bisa terjadi karena kebiasaan individu yang berkelakuan kasar. "Kebiasaan sih kalau itu," kata Adib. "Sudah terbiasa membentak suaminya jadi dia membentak suaminya begitu," lanjutnya.

Adib pun membenarkan bahwa KDRT bisa dipengaruhi oleh watak seseorang. "Bisa (karena watak), jadi karena sesuatu yang sudah terbiasa akhirnya dia menjadi kasar," terangpsikolog dari Bintaro, Jakarta itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *