Wanita Muara Enim Tewas Diterkam Harimau, Diduga Jasadnya Dibawa ke Atas Jurang Lalu Menggelinding

Kepolisian memastikan Sulis Setiawati (30) yang ditemukan tewas di kebunnya di Talang Tinggi, Desa Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muara Enim diterkam binatang buas. Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono mengatakan pihaknya menemukan sikat gigi dan handuk yang dipakai korban saat menyisir lokasi ditemukannya jenazah Sulis. "Kita datang kesini untuk mengecek langsung lokasi kejadian setelah ditemukannya jenazah seorang wanita tidak jauh dari lokasi pemandian."

Setelah ditelusuri lagi sekitar 60 meter dengan tebing terjal sekitar 75 derajat kita temukan bercak darah dan kuat dugaan Sulis memang dimakan binatang buas. Ia juga mengatakan hal ini diperkuat dengan adanya salah satu saksi mata yang tak lain adalah paman korban yang sebelum kejadian melihat langsung harimau tersebut. "Tadi telah kita lakukan tes dari darah yang ada dilapangan, dipastikan itu adalah darah korban yang setelah diterkam, dibawa oleh hewan tersebut ke atas jurang dan kemudian jasadnya menggelinding dan tersangkut di sebuah pohon," katanya.

Ia juga mengatakan dari sekitar lokasi kejadian, pihaknya juga telah menemukan beberapa jejak harimau. "Kami telah menelusuri dan dari hasil penelusuran memang ada jejak harimau dan untuk langkah kedepan kita berkoordinasi dengan bupati dan sejumlah pihak terkait untuk duduk bersama dan mencarikan solusinya," jelasnya. Lokasi kejadian bukan lagi di kawasan hutan lindung namun sudah HPL, artinya hewan tersebut sudah keluar dari habitatnya.

Untuk itu, lanjutnya pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di hutan pada malam hari. "Karena sifatnya dia keluar pada waktu malam hari, jadi kita himbau masyarakat setelah jam 17.00 WIB tidak lagi di hutan, dan himbauan himbauan itupun sudah kita pasang dibeberapa tempat untuk mengantisipasi hal serupa tidak terulang," katanya. Sulistiowati (30), warga Kampung 5 Talang Tinggi, Desa Padang Bindu, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ditemukan tewas dengan kondisi tubuh tercabik cabik, Jumat (27/12/2019).

Diduga wanita tersebut menjadi korban terkaman harimau. Serangan ini diketahui setelah ada seorang warga yang hendak berkebun melihat seekor harimau melintas. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada kepala dusun setempat.

Saat warga tiba di lokasi dilintasi harimau, Purwanto yang merupakan ayah dari Sulistiowati menyampaikan anaknya sedang mandi tak jauh dari penampakan hewan buas itu. Warga setempat pun akhirnya langsung berkumpul dan mencari keberadaan Sulistiowati. Saat dicari, handuk yang digunakan korban terlihat berada tak jauh dari lokasi air pancuran. Setelah dilakukan pencarian lebih lanjut, Sulistiowati ternyata ditemukan sudah tercabik cabik diduga diterkam harimau.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Genman Suhefti Hasibuan membenarkan jika ada seorang warga diduga tewas diterkam harimau. "Pagi ini saya baru tahu kabar itu dari laporan petugas di lapangan. Informasinya memang ada warga yang meninggal diterkam harimau," kata Genman, Sabtu (28/12/2019). Genman menjelaskan, petugas lapangan saat ini masih memeriksa lokasi tersebut masuk wilayah perbatasan hutan lindung atau tidak.

Sebelum serangan ini terjadi, BKSDA Sumatera Selatan sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat soal serangan harimau. Beberapa kamera juga telah dipasang untuk menangkap pergerakan hewan tersebut. Dengan adanya kejadian ini, berarti sudah lima orang di Sumatera Selatan tewas akibat serangan harimau.

Sebelumnya, enam orang petani di Pagaralam dan Lahat diterkam harimau. Dari enam kejadian itu, empat di antaranya tewas. Sementara dua orang lain mengalami luka luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *