Bakteri Listeria Bukan Hanya Ada di Jamur Enoki Saja Bagaimana Cara Pencegahannya

Jamur enoki ramai dibicarakan orang menyusul temuan bakteri listeria dalam jamur tersebut. Bakteri listoria menjadi penyebab dari wabah listeria yang melanda beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, beberapa waktu lalu. Bakteri tersebut ditemukan di dalam makanan berupa jamur enoki dari Korea Selatan.

Atas kasus tersebut, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) telah memusnahkan jamur enoki yang berasal dari Korea Selatan. Kementan juga memerintahkan importir jamur enoki dari Green Co Ltd, Korea untuk melakukan penarikan dan pemusnahan. Melansir situs , bakteri listeria merupakan bakteri gram positif yang dapat tumbuh baik di tempat aerob (dengan adanya oksigen) maupun anaerob (tanpa adanya oksigen).

Bakteri ini dapat hidup di berbagai lingkungan seperti tanah, air dan di pakan ternak yang terbuat dari daun daunan yang difermentasi. Bakteri dengan nama latin Listeria monocytogenes ini tidak membentuk spora, dan sangat kuat terhadap panas, asam dan garam. Bakteri ini tahan terhadap pembekuan sehingga masih dapat berduplikasi di suhu dingin seperti di lemari pendingin (suhu 4 10 derajat celcius).

Bakteri ini masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi bakteri listeria. Bakteri Listeria tak hanya ditemukan di jamur enoki saja, beberapa kasus sebelumnya dilaporkan bakteri ini juga ditemukan di berbagai jenis makanan. Dikutip dari , bakteri listeria juga pernah ditemukan dalam buah, produk susu, hingga hewan ternak dan unggas.

Beberapa makanan yang menjadi patut diperhatikan terkait kemunculan bakteri listeria di antaranya: Susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi. Keju lunak dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi, seperti queso fresco, feta, Brie, Camembert.

Buah dan sayuran mentah (seperti kecambah). Daging deli dan hot dog siap saji. Pate atau daging yang didinginkan

Makanan laut asap didinginkan Daging, unggas dan ikan mentah atau kurang matang Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menghindari terinfeksi dari Bakteri Listeria.

Listeria dapat menyebabkan demam dan diare yang mirip dengan kuman bawaan makanan lainnya, tetapi infeksi Listeria jenis ini jarang didiagnosis. Orang yang berisiko dengan infeksi listeriosis adalah orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Selain it, wanita hamil dan bayi mereka.

Orang yang sistem kekebalannya melemah karena penyakit atau perawatan medis juga berisko terhadap infeksi bakteri ini. Gejala pada orang dengan listeriosis invasif, artinya bakteri telah menyebar ke luar usus, termasuk: Untuk wanita hamil: demam, kelelahan dan nyeri otot. Wanita hamil mungkin juga tidak memiliki gejala tetapi mengalami kematian janin, persalinan prematur, atau infeksi pada bayi baru lahir.

Untuk semua yang lain, leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, dan kejang kejang di samping demam dan nyeri otot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *