Kenalannya Berkomunikasi dengan Pelaku Penyebar Video Syur Mirip Syahrini, Aisyahrani:Ini Konspirasi

Adik sekaligus manajer Syahrini (37), Aisyahrani mengaku sering ke Polda Metro Jaya untuk mengikuti perkembangan laporan yang dibuat oleh pihaknya. Aisyahrani lebih sering datang untuk mengikuti pemeriksaan di Polda Metro Jaya ketika pelaku MS, pemilik akun @danunyinyir99 ditangkap polisi. Tujuan adik ipar Reino Barack ini tak lain agar mengetahui motif pelaku menyebar video syur mirip Syahrini.

"Saya sudah melihat percakapan dari pelaku lewat whastapp dan DM Instagram. Saya kaget," kata Aisyahrani ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2020). Aisyahrani menyebut kalau banyak sekali orang yang bercakapan dengan MS baik dari Whastapp sampai DM Instagram. Sehingga, Aisyahrani menduga kalau MS ada dalam sebuah lingkaran atau jaringan yang diduga ingin menjatuhkan nama Syahrini selama ini.

"Karena yang bercakapan dengan pelaku banyak sekali. Bahkan, ada beberapa orang yang saya kenal dan mungkin publik juga kenal," ucapnya. Aisyahrani juga mengungkap kecurigaannya semakin bertambah saat ada bukti transfer yang terbongkar. "Belum lagi pelaku punya rekening kan. Mengapa saya bilang ada didalam sebuah lingkaran," tambahnya.

Aisyahrani menegaskan kalau kasus laporan yang dibuat pihak Syahrini akan berbuntut panjang dan segera menangkap orang lain, yang diduga ada dilingkaran dari MS, termasuk yang dikenal oleh istri dari Reino Barack tersebut. "Kesimpulan saya, ini konspirasi yang lagi hits. Itu aja," ujar Aisyahrani. Diberitakan sebelumnya, tim Syahrini diwakili DS membuat laporan kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dalam konten pornografi berupa video syur mirip pelantun 'Sesuatu' itu.

DS membuat laporan kepolisian pada 12 Mei 2020 yang berisikan Syahrini menjadi korban pencemaran nama baik lewat video syur diduga mirip dengannya. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap MS di kediamannya di wilayah Kediri, Jawa Timur, 19 Mei 2020. Saat ini, MS sudah menjadi tersangka dan mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membongkar bagaimana MS mendapatkan video syur yang diduga mirip dengan Syahrini. "Dia juga mengambil dari media sosial yang lain. Dia bilang mirip makanya dia sandingkan dengan Syahrini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat rilis penangkapan, di Polda Metro Jaya, Kamis (28/5/2020). Saat ini, Polda Metro Jaya masih mendalami proses dan motif pelaku sampai mengunggah video syur mirip Syahrini.

Tak hanya mendalami, Yusri menegaskan juga akan melakukan pendalaman dari MS, terkait siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut. "Kalau memang ada yang ikut membantu nanti kita amankan juga," tegasnya. Mengenai motif MS yang mengunggah video syur diduga mirip dengan Syahrini, dikarenakan pelaku benci dengan istri Reno Barack tersebut.

"Motifnya ini MS benci sama Syahrini, karena MS fans dari salah satu artis Indonesia. Dimana kekasih fansnya direbut sama Syahrini. Jadi ada indikasi sakit hati," ujar Yusri Yunus. Rani mengatakan bahwa yang sebenarnya ingin membuat laporan kepolisian adalah suami dari kakaknya, Reino Barack. "Jadi sebenarnya yang ingin membuat laporan adalah suami dari artis saya (Syahrini)," kata Aisyahrani dalam jumpa pers penangkapan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik konten pornografi, di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Syahrini tidak hadir. Hanya diwakilkan oleh Aisyahrani dan tim kuasa hukumnya. Rani menambahkan, ia menggandeng tim pengacara agar kasus dugaan pencemaran nama baik lewat konten pornografi yang berupa video syur bisa terungkap. "Kami juga menggandeng dua tim pengacara, salah satunya dari Hotman Paris," ucapnya.

Rani membenarkan pernyataan polisi bahwa pihaknya meminta DS membuat laporan pada 12 Mei 2020. DS melaporkan akun media sosial instagram yang mengunggah video syur diduga mirip Syahrini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *