Artis Nia Ramadhani menceritakan kisah terakhirsebelum sang ayah, Priya Ramadhani meninggal dunia. Priya Ramadhani meninggal dunia pada tahun 2014 karena penyakit multiple myeloma, kanker darah yang menyerang tulang. ArdiBakrie pun sempat mengadzanimertuanya untuk terakhir kali saat prosesi pemakaman.

Fakta terbaru ini diungkapkanNiaRamadhanisaat ziarah ke makam sang papa bersamakakakipar,GitaJanu. "Waktu pas nguburin papa di sini, anak anaknya udah nyemplung ke bawah, gak ada yang bisa adzan. "Aduh, Ardi itu banyak jasanya waktu itu," imbuh Nia Ramadhani.

Selesai menabur bunga dan berdoa di makam ayahnya,NiaRamadhanimenceritakan detik detik jelang kematian sang ayah. DiakuiNiaRamadhani, dirinya baru tahu kesakitan yang diderita sang ayah setelah ditinggal pergi. "Aku baru tahu kalau penyakit itu sakit banget, setelah dia gak ada," ungkapNiaRamadhani.

"Papa itu paling susah banget untuk ke dokter," imbuhGitaJanu. "Aku close sama papa pas waktu waktu terakhir," ujarNiaRamadhani. Sambil membuka album album foto dan video, Nia Ramadhani menangis ketika mengenang sosok sang ayah.

Video dan foto tersebut adalah momenUlangTahunterakhir ayahNiaRamadhani. "IniUlangTahunpapa terakhir," ujarNiaRamadhanimenangis. Lantas, sangkakakiparmenyebut perayaanUlangTahunayahNiaRamadhaniini dilaksanakan di restoran favorit almarhum.

"Kita pada datang ke restoran makanan belanda, karena papa selalu ke situ," ujar Gita Janu. Kemudian, Nia Ramadhani mengaku saat itu dirinya tiba tiba kepikiran ingin merayakan Ulang Tahun sang ayah. IstriArdiBakrieini pun mengajak kakak kakaknya untuk memberikan kejutan untuk uloang tahun aah mereka,PriyaRamadhani.

"Aku kan ketemu 2 tahun terakhir, setelah nikah sama Ardi. Jadi gak pernah ngerayainUlangTahunpapa. Kalau di keluarga Ardi kan sering pasUlangTahunjam 12 kumpul kumpul. Terus aku bilang ke kakak kakak, yuk kita surprise surprise an," ungkap Nia Ramadhani.

Tak disangka, ternyataUlangTahunitu adalahUlangTahunbagi ayah ayahNiaRamadhani. Meski sedih,NiaRamadhanimengaku beruntung bisa kumpul bersama kakak kakaknya sertaArdiBakrieuntuk meryakanUlangTahunsang ayah. "Ya alhamdulillahnya, ehm itu Ulang Tahun terkahir papa dan di saat itu kita bisa ngumpul," ujar Nia Ramadhani.

Setelah itu,NiaRamadhanimemperlihatkan video saat sang ayah memberikan sambutan sebelum acara tiup lilin. "Terima kasih kepada anak anak dan kawan kawan semua. Dari mulai saya sakit, sampai dengan saat ini. Semoga Allah membalas budi baik anak anak semua, amin," ucapPriyaRamadhani. Mendengar dan melihat ayahnya biacara seperti itu, Nia Ramadhani tak kuasa menahan tangisannya.

Kemudian,NiaRamadhanimengungkapkan pesan terakhir sang ayah kepada menantunya,ArdiBakrie. "Ardi bener bener dinasihatin samamertuanya sendiri," ungkapNiaRamadhani. "Pokoknya cintai Nia terus. Mungkin ke depan akan ada banyak jeleknya Tapi jangan lihat kesitunya.

Kalau udah benci, kalau lu udah gak cinta lagi, jangan sakitin anak saya. Lebih baik kembaliin aja ke saya," ungkapNiaRamadhanimembongkar pesan terkahir ayahnya padaArdiBakrie. Diceritakan Nia Ramadhani dan Gita Janu, sang papah mulanya merasa sakit dan menyangka sedang masuk angin. BahkanPriyaRamadhanisempat memanggil tukang urut untuk kesembuhannya.

Hingga akhirnya, kesehatanPriyaRamadhanitak membaik dari waktu ke waktu. Suata saat,GitaJanupernah mendapati sang papah batuk sambil mengeluarkan cairan darah menggumpal. Seketika ia pergi ke kamar mandi dan menangis lalu menelpon keluarga besar untuk berkumpul.

Karena tak kunjung membaik,PriyaRamadhanipernah dibawa ke Singapura dan pernah dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah. Namun takdir berkata lain,mertuaArdiBakrieinimeninggalduniapada hari Jumat, 7 Februari 2014 di usia 60 tahun.