BPS Sebut Pemulihan Covid-19 Masih Butuh Waktu 55 Persen Impor di Juli Anjlok 32

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, nilai impor Indonesia sebesar 10,47 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Juli 2020 atau anjlok 32,55 persen dibanding Juli 2019 (year on year). Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari hasil ini bisa dilihat bahwa memang ekonomi Indonesia belum kembali ke Normal. "Penurunan sebesar 32,55 persen ini terjadi karena adanya penurunan impor nonmigas sebesar 30,95 persen. Impor migasnya juga turun cukup dalam yaitu sebesar 45,19 persen," ujarnya saat konferensi pers virtual, Selasa (18/8/2020).

Kemudian, dia menjawab pertanyaan soal apakah turunnya angka impor itu menunjukkan bahwa didalam negeri masih belum ada permintaan terhadap barang modal. "Perlu waktu (permintaan), kalau kita lihat dari struktur impornya, kita perlu kasih perhatian terutama untuk penurunan impor bahan baku dan barang modal. Ini diperlukan untuk manufacturing dan PMTB (pembentukan modal tetap bruto)," katanya. Menurutnya, Indonesia butuh waktu untuk bisa kembali ke waktu normal sebelum ada pandemi corona atau Covid 19 meski ada progres dari sisi ekspor.

"Butuh waktu, tapi saya melihatnya kepada progress bahwa ekspor kita bergerak secara bulanan (month to month) ke arah positif dari Mei ke Juni, Juni ke Juli. Namun, kalau dibanding year on year masih turun 9,9 persen, memang masih butuh waktu," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *