Kenali 5 Jenis Pemanis yang Aman buat Diabetesi Pentingnya Manfaat Sweetener

Meski diabetes merupakan penyakit yang bersinggungan dengan kadar gula dalam darah, bukan berarti diabetesi tidak membutuhkan pemanis dalam asupan makanan. tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi dan membuat otak dapat berfungsi dengan baik. Untuk membantu mencegah konsumsi gula berlebih, penting untuk memilih pemanis yang dapat digunakan oleh diabetesi sebagai alternatif gula yang tidak memicu kenaikan gula darah. Dilansir dari KlikDokter, adapun beberapa bahan pemanis yang terbukti aman bagi penyandang diabetes.

Meski terasa lebih manis dibandingkan gula biasa, sakarin memiliki kandungan kalori yang lebih rendah sehingga aman dikonsumsi oleh diabetesi. Pasalnya, pemanis alami ini bisa melewati saluran pencernaan tanpa perlu dicerna terlebih dahulu. Perlu diketahui, penggunaan sakarin tetap harus dibatasi agar tidak berlebihan karena berpotensi memicu reaksi alergi. Stevia adalah pemanis alami tak berkalori, dan merupakan hasil ekstrak daun stevia. Meski begitu, gula sehat ini memiliki rasa 200 kali lebih manis dibandingkan gula pasir walau dalam takaran yang sama. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi stevia sebelum makan dapat mengurangi kadar gula darah dan menurunkan kadar insulin.

Xylitol adalah jenis pengganti gula yang bersifat alami dan dikenal dengan nama gula alkohol. Kandungan kalori xylitol sebesar 40% dari kalori gula pasir, tetapi gula sehat ini tidak meningkatkan kadar gula dalam darah karena tak mengandung fruktosa. Selain aman digunakan oleh penyandang diabetes, rasa manis dari xylitol dapat menyebabkan perubahan asam di dalam mulut sehingga dapat mencegah kerusakan gigi dan membantu merawat rongga mulut. Sama seperti xylitol, erythritol juga termasuk dalam deretan gula alkohol. Bahan ini aman bagi penyandang diabetes karena sangat rendah kalori, hanya mengandung 6% dari kalori gula pasir. Meski rendah kalori, penggunaan tetap harus dibatasi agar tidak berlebihan. Sebab, pengganti gula yang satu ini dapat meningkatkan gas di dalam perut sehingga memicu kembung dan mengganggu pencernaan.

Sama seperti pengganti gula lainnya, sukralosa memiliki yang aman untuk diabetesi. Sukralosa adalah jenis pengganti gula yang bebas kalori dan rasanya 600 kali lebih manis dibandingkan gula pasir. Meski bebas kalori, penggunaan sukralosa tetap harus dibatasi alias tidak boleh berlebihan. Batas maksimal penggunaan sukralosa adalah 15 miligram per kilogram berat badan. Jadi, jika berat badan Anda 50 kilogram, batas asupan sukralosa adalah 15 x 50 = 750 miligram per hari. Menurut Medical News Today, sukralosa merupakan sweetener paling aman untuk dikonsumsi dan dicampur ke makanan, karena beberapa studi mengungkapkan sukralosa tidak terdeteksi sebagai karbohidrat. Zat ini juga tidak meningkatkan nafsu makan atau menambah berat badan.

Salah satu pemanis yang terbuat dari sukralosa dan dikhususkan bagi diabetesi adalah . Diabetasol Sweetener mengandung nol kalori, sehingga membantu untuk menjaga gula darah tetap stabil. Dengan kandungan pemanis alami, Diabetasol Sweetener tidak mengubah rasa pada minuman atau makanan, bahkan di suhu tinggi sekalipun sehingga dapat dinikmati bersama dengan teh, kopi, jus dan dapat digunakan untuk memasak serta membuat kue. Kini tidak perlu lagi khawatir bila Anda membutuhkan pemanis yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *