Korban Terindikasi Positif Covid-19 Pacarnya Dites Swab UPDATE Kasus Pembunuhan Karyawati Bank

Korban Terindikasi Positif Covid-19 Pacarnya Dites Swab UPDATE Kasus Pembunuhan Karyawati Bank

– Ni Putu Widiastuti (24), karyawati salah satu bank di Kuta yang ditemukan tewas mengenaskan di Denpasar beberapa hari lalu terindikasi positif Covid 19. Ni Putu Widiastuti dinyatakan positif Covid 19 setelah dilakukan pemeriksaan uji swab sebelum proses autopsi. Karena terindikasi Covid 19, dokter forensik hanya bisa melakukan visum luar.

"Hanya bisa dilakukan visum luar karena menurut keterangan dokter, hasil pemeriksaan secara swab bahwa korban terindikasi kena covid 19. Hasil swab ke luar kemarin, karena prosedur masa pandemi pihak RS harus melakukan swab terlebih dahulu, saat ini jenazah masih di RSUP Sanglah," jelas Kapolresta. Kapolresta menyampaikan, pihaknya juga melakukan uji swab terhadap kekasih korban karena terakhir bertemu pada sore hari sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di sekujur tubuh. "Pacarnya juga diswab, hasilnya 2 3 hari nanti. Dari keterangan pacarnya, terakhir bertemu dengan korban sore hari sebelum kejadian," ujarnya.

Sebelumnya, Ni Putu Widiastuti ditemukan meninggal dunia di rumah berlantai dua di Jalan Kerta Negara, Gang Widura, Nomor 24, Dusun Poh Gading, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar. Perempuan yang berasal dari Sukawati, Gianyar, Bali ini ditemukan meninggal dunia dengan luka iris dan tusuk di beberapa bagian tubuhnya. Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus pembunuhan Ni Putu Widiastuti.

Namun dipastikan sebelum dibunuh, korban tidak mengalami tindak kekerasan seksual. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan di RSUP Sanglah, Denpasar. Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan seksual pada jenazah Widiastuti.

"Kita juga mengambil swab, untuk mengetahui apakah ada tindakan seksual. Itu kita masih lakukan pemeriksaan di laboratorium. Secara makroskopis, untuk tanda tanda kekerasan seksual kita tidak temukan. Jadi bercak (cairan pada kelamin) kita tidak temukan," ujar ahli forensik RSUP Sanglah Ida Bagus Putu Alit, Selasa (29/12/2020). Tim forensik menerima jenazah Widiastuti pada Senin (28/12) pukul 12.40 Wita atau beberapa jam setelah polisi melakukan pemeriksaan di TKP.

Widiastuti ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Jalan Kerta Negara, Gang Widura, Nomor 24, Banjar Poh Gading, Desa Ubung Kaja, Denpasar, pada Senin (28/12/2020) pukul 08.30 Wita. "Dari temuan yang kita dapatkan pada pemeriksaan, kita bisa memperkirakan kapan korban itu meninggal. Jadi korban meninggal diperkirakan kurang dari 8 jam sebelum pemeriksaan," terang Ida Bagus Alit. Sebelumnya polisi mengemukan terdapat 25 luka di sekujur tubuh korban. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan forensik ada 32 luka.

"Kita dapat mengidentifikasi luka luka yang ada pada tubuh korban. Itu ada 32 bekas luka. Diantara 32 luka itu, ada 25 luka tebasan senjata tajam dan ada juga luka tusuk," lanjutnya. Luka tusuk yang dialami korban ada pada dada, leher samping kiri, punggung, perut atas, dan ada luka terbuka yang menunjukkan perlawanan dari korban. "Kita juga temukan luka terbuka yang menunjukkan adanya perlawanan dari korban. Jadi ada luka terbuka pada telapak tangan kanannya," jelasnya.

Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *