Syekh Ali Jaber Pernah Sampaikan Keinginan Agar Dimakamkan di Lombok

Berpulangnya ulama Syekh Ali Jaber, pagi tadi sekitar pukul 08.38 WIB di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta, membawa duka mendalam bagi umat Muslim di Indonesia. "Innalillahi wa inna ilahi rajiun, kabar duka kembali menyelimuti umat Islam Tanah Air. Pendakwah Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia," tulis Ustaz Yusuf Mansur di akun Instagram nya, Kamis (14/1/2021). "Syaikh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, jam 8.30. Mohon do'anya…," tulisnya.

Syekh Ali Jaber memiliki nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber. Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, 3 Februari 1976 dan dikenal sebagai pendakwah dan ulama yang telah resmi berkewarganegaraan Indonesia sejak tahun 2012. Ia juga menjadi juri pada tayangan televisi Hafiz Indonesia dan menjadi da'i dalam berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional. Sejak kecil Syekh Ali Jaber telah menekuni membaca Alquran.

Tak lain, ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Alquran. Dalam mendidik agama, khususnya Alquran dan shalat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan segan memukul bila Syekh Ali Jaber kecil tidak menjalankan shalat. Keluarga Syekh Ali Jaber dikenal sebagai keluarga yang religius.

Di Madinah Syekh Ali Jaber memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam. Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama kelamaan Syekh Ali Jaber menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Alquran.

Syekh Ali Jaber juga pernah mengadakan Roadshow Muhasabbah Negeri pada tanggal 3 Oktober 2019 di Palembang. Syaikh Ali Jaber, sapaan akrab dari Syaikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber. Dia adalah salah seorang imam di masjid Nabawi, lahir di kota Madinah Al Muna­warah pada tanggal 3 Shafar 1396 H, bertepatan dengan tanggal 3 Febuari 1976.

Belum lama ini beredar video di YouTube soal Syekh Ali Jaber yang bercerita kisah perjuangannya di Lombok. Bahkan, kakek Ali Jaber syahid saat melawan penjajah di Lombok. "Ketika saya di Lombok ini, saya jauh merasa nyaman. Karena ada ceritanya. Pertama saya berjuang di Indonesia memang di Lombok, anak lahir di Lombok,"ujar Ali Jaber dalam channel sasak update.

"Kakek saya meninggal mati syahid melawan penjajah jepang di Lombok. Bahkan ayah dari ibu saya sendiri termasuk dia juga kelahiran Indonesia di Bumiayu Jawa Tengah dan adiknya juga kelahiran Lombok,”sambungnya. Syekh Ali Jaber melanjutkan, Lombok adalah salah satu pulau yang dia sukai di Indonesia. “Hubungan saya dengan Lombok bahkan saya bercita cita Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok. Lombok termasuk pulau kesayangan saya,” pungkasnya.

Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan, baik formal maupun informal, di Madinah. Tahun 1410 H/1989 M, ia tamat ibti­daiyah, tahun 1413 H/1992 M tamat tsa­nawiyah, tahun 1416 H/1995 M tamat aliyah. Tahun 1417 H/1997 M hingga saat ini ia mulazamah (melazimi) pela­jaran pelajaran Al Qur’an di Masjid Nabawi, Madinah.

Sejak kecil Ali Jaber telah menekuni membaca Alquran. Ayahandanyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Alquran, karena dalam Alquran terdapat semua ilmu Allah SWT. Dalam mendidik agama, khusus­nya Alquran dan shalat, ayahnya sa­ngat keras, bahkan tidak segan segan me­mukul bila Ali Jaber kecil tidak men­jalankan shalat.

Ini implementasi dari hadis Nabi Muhammad SAW yang membolehkan memukul anak bila di usia tujuh tahun tidak melaksanakan shalat fardhu. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Syekh Ali Jaber memiliki masjid besar di Madinah yang digunakan untuk syiar Islam.

Se­bagai anak pertama dari dua belas ber­saudara, Ali Jaber dituntut untuk mene­ruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam. Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama kelamaan ia menyadari itu sebagai ke­butuhannya sendiri. Tidak mengheran­kan, di usianya yang masih terbilang be­lia, sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Alquran.

Sejak itu pula Syaikh Ali memulai ber­dakwah mengajarkan ayat ayat Allah SWT di masjid tersebut, kemudian belanjut ke masjid lainnya. Selama di Madinah, ia juga aktif sebagai guru tahfizh Alquran di Masjid Nabawi dan menjadi imam shalat di salah satu masjid kota Madinah. Dilansir melalui kanal YouTube Data Fakta, berikut ini fakta lebih jauh mengenai sosok sebenarnya serta bagaimana sepak terjang Syekh Ali Jaber di Indonesia.

Sejak kecil Syekh Ali Jaber telah tekun dalam membaca Alquran. Ayahnya mendidik dengan keras dalam mengajarkan agama Islam terutama menghafal Alquran. Bahkan ayah Syekh Ali Jaber tak segan segan untuk memukulnya bila tak menjalankan ibadah.

Sehingga tak heran jika di usia yang masih belia yaitu 11 tahun, Syekh Ali Jaber telah hafal Alquran. Syekh Ali Jaber mulai masuk sekolah dasar Ibtidaiyah pada 1989. Setelah tamat, Syekh Ali Jaber melanjutkan ke sekolah menengah yakni Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah (995 1997).

Di Madinah, keluarga Syekh Ali Jaber memiliki masjid besar yang digunakan orangtuanya untuk menyebarkan syiar Islam. Sebagai anak pertama dari 12 bersaudara, Syekh Ali Jaber dituntut oleh keluarga besarnya untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam menyiarkan agama Islam. Setelah tamat di sekolah menengah, Syekh Ali Jaber kemudian mendalami kajian Alquran di Masjid Nabawi.

Bahkan, guru guru yang mengajarinya kajian agama Islam merupakan sosok tersohor di wilayah itu. Di antaranya yakni Ketua Majelis Tahfidz Masjid Nabawi, Syekh Muhammad Ramadhan, Ketua Pengurus Makam Rasulullah, Syekh Said Adam dan Ulama Pakar Alquran di Madinah yakni Syekh Abdurrahman Kholil. Kemudian, setelah mendalami kajian Alquran, Syekh Ali Jaber mulai aktif mengajar sebagai guru Tahfidz Alquran.

Selain itu, Syekh Ali Jaber juga sering menjadi imam sholat di salah satu masjid besar di kota Madinah. Guru guru yang pernah mengajar Syekh Ali Saleh Muhammad Ali jaber adalah : Syeikh Abdul Bari’as Subaity (Imam Masjid Nabawi, sebelumnya Imam Masjidil Haram)

Syeikh Khalilul Rahman (Ulama Al Qur’an di Madinah dan Ahli Qiraat) Syeikh Prof. Dr. Abdul Azis Al Qari’ (Ketua Majelis Ulama Percetakan Al Qur’an Madinah dan Imam Masjid Quba) Syeikh Said Adam (Ketua Pengurus Makam Rasulullah SAW dan Pemegang Kunci makam Rasulullah SAW)

Syeikh Muhammad Ramadhan (Ketua Majelis Tahfidzul Qur’an di Masjid Nabawi) Syeikh Muhammad Husein Al Qari’ (Ketua Ulama Qira’at di Pakistan). Syekh Ali Jaber melebarkan sayap dakwahnya di tahun 2008 hingga ke Indonesia.

Awalnya, Syekh Ali Jaber hanya melakukan kunjungan ke Indonesia karena masih ada hubungan darah, yakni kakeknya yang asli dari Jawa Tengah. Pada tahun 2008 itulah saat ia berusia 32 tahun, Syekh Ali Jaber pertama kali bertemu dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok yang membuatnya jatuh hati. Kebetulan ia menikahi seorang gadis shalihah asli Lombok, Indonesia, bernama Umi Nadia, yang lama tinggal di Madinah.

Menikah dengan wanita Keturunan Indonesia bernama Umi Nadia, dan telah memiliki 1 anak bernama Fahad Ali Jaber yang lahir pada tahun 2017, saat ini menetap di Pondok Bambu Jakarta Timur. Selama menetap di Lombok, awalnya ia menjadi imam besar dan khotib di Masjid Agung Al Muttaqin. Ia juga ditugaskan menjadi guru Tahfidz di Islamic Centre di Masjid yang sama. Selepas berdakwah di Lombok, ia mulai mengunjungi ibukota Jakarta.

Pada tahun yang sama, ia melaksana­kan shalat Maghrib di masjid Sunda Ke­lapa Jakarta Pusat karena suaranya yang merdu saat melantunkan ayat suci Alquran. Selepas shalat ada salah seorang pengurus masjid memin­tanya untuk menjadi imam shalat Tara­wih di masjid Sunda Kelapa, karena saat itu hampir mendekati bulan Ramadhan. Maka Sejak itulah ia terus mendapat keper­cayaan masyarakat di sejumlah tempat di Indonesia.

Demi menunjang komuni­kasinya dalam berdakwah, ia pun mulai belajar bahasa Indonesia dan akhirnya sanggup berbicara bahasa Indonesia dengan lancar. Syekh Ali Jaber bahkan mengaku sangat cinta dengan tanah air dan ingin terus menyebarkan dakwah dakwahnya hingga akhir hayat. Lalu, pada akhir tahun 2012, ia resmi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia yang dianugerahkan langsung oleh presiden Indonesia saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Presiden SBY menilai, Syekh Ali Jaber turut berjasa dalam menyiarkan agama Islam selama berada di Tanah Air. Fakta yang satu ini barangkali belum banyak yang mengetahuinya. Ternyata Syekh Ali Jaber merupakan salah satu lulusan perguruan bela diri di Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kabar ini pun disampaikan oleh Ustaz Yusuf Mansur di laman media sosial Instagramnya.

Pada unggahan tersebut, Syekh Ali jaber terlihat memakai baju seragam pencak silat berwarna merah dan sedang duduk berfoto dengan tiga teman lainnya. Ternyata doto tersebut diambil pada 12 Oktober 2016 silam saat ia baru dilantik menjadi Pendekar Tapak Suci bersama da'i kondang Ustaz Yusuf Masur dan juga Ustaza Albi Makki yang saat ini merupakan Dewan Pengawas Yayasan Graha Cendikia. Syekh Ali Jaber dan 3 kawannya itu dilantik menjadi Pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang beralamat di jalan Kompol Zainal Abidin No. 78 di Provinsi Jambi.

Kegiatan Syekh Ali Jaber di Indonesia Kegiatan selama di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut : Guru Tahfidz Al Qur’an di Islamic Centre / Masjid Agung Al Muttaqin Cakranegara Lombok NTB

Imam Besar dan Khatib di Masjid Agung Al Muttaqin Cakranegara Lombok NTB Imam Sholat Tarawih, Qiyamul Lail dan pembimbing Tadarus Al Qur’an selama Ramadhan 1429 H serta Imam Sholat Idul Fitri 1429 H di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat Pengajar di Pesantren Tahfidz Al Qur’an Al Asykar Puncak Jawa Barat

Muballigh Majelis Taklim di Jakarta dan sekitarnya (Nikmatnya sedekah MNCTV, Indonesia Menghafal MNCTV, dan mengajar di majelis taqlim di pancoran) Menjadi Juri di acara Hafiz 2014 RCTI Gelar: Syekh

Nama: Ali Jaber Lahir: Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, 3 Shafar 1396 H / 03 FEB 1976 M, Kota Madinah Munawarah, Saudi Arabia Kebangsaan: Indonesia

Etnis: Arab Pendidikan: di Madinah, 1410 H Tamat Ibtidaiyah, 1413 H Tamat Tsanawiyah, 1416 H Tamat Aliyah, dan 1417 H, Mulazamah dan Kursus Al Quran di Masjid Nabawi – Madinah. Istri / Menikah dengan: Umi Nadia (Wanita Keturunan Indonesia)

Anak: Hasan Media sosial: Instagram: @syekh.alijaber, Twitter: @syekhalijaber, Youtube: Syekh Ali Jaber Website: www.alijaberindonesia.com

YouTube Channel : Syekh Ali Jaber Penulis: Tria Agustina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *